8 Pengertian BIOS pada Komputer

BIOS (Basic Input Output System) adalah salah satu komponen penting pada komputer yang sering kali dilupakan atau diabaikan. Meskipun begitu, BIOS memiliki peran yang sangat vital dalam menjalankan berbagai fungsi pada komputer. Pada artikel ini, kita akan membahas pengertian BIOS secara mendalam dan bagaimana peranannya dalam menjalankan komputer. Simak penjelasannya berikut ini:

1. BIOS sebagai Firmware

BIOS pada dasarnya adalah firmware yang terdapat di dalam chip motherboard komputer. Firmware ini bertugas untuk menginisialisasi dan mengontrol perangkat keras serta perangkat lunak yang ada di dalam komputer. BIOS akan melakukan booting pertama kali saat komputer dinyalakan dan menjalankan proses startup.

2. Mengatur Konfigurasi Hardware

Salah satu fungsi utama BIOS adalah mengatur konfigurasi hardware pada komputer. Melalui menu BIOS, pengguna dapat melakukan pengaturan terhadap perangkat keras seperti hard disk, RAM, kartu grafis, dan lain sebagainya. BIOS juga memungkinkan pengguna untuk mengatur urutan booting perangkat penyimpanan.

3. Komunikasi antara Perangkat Keras dan Perangkat Lunak

BIOS bertindak sebagai perantara antara perangkat keras dan perangkat lunak pada komputer. BIOS akan menerjemahkan instruksi-instruksi yang diberikan oleh perangkat lunak ke dalam bahasa yang dapat dimengerti oleh perangkat keras. Ini memungkinkan perangkat keras untuk bekerja dengan lancar dan sesuai dengan perintah yang diberikan.

4. Menjalankan POST (Power-On Self Test)

Saat komputer dinyalakan, BIOS akan menjalankan proses POST (Power-On Self Test). Proses ini bertugas untuk memeriksa dan menguji perangkat keras pada komputer, seperti memori, keyboard, mouse, dan lain sebagainya. Jika terdapat perangkat keras yang bermasalah, BIOS akan memberikan pesan error atau bunyi beep sebagai indikasi adanya masalah.

5. Mengaktifkan Mode Protected dan Virtual

BIOS juga memiliki peran dalam mengaktifkan mode protected dan virtual pada komputer. Mode protected memungkinkan pengguna untuk menjalankan beberapa program sekaligus, sedangkan mode virtual memungkinkan pengguna untuk menjalankan beberapa sistem operasi secara bersamaan. Kedua mode ini dapat diakses melalui BIOS.

6. Menjalankan Bootloader

Setelah proses POST selesai, BIOS akan menjalankan bootloader. Bootloader adalah program yang bertugas untuk memuat sistem operasi ke dalam memori komputer. Setelah sistem operasi berhasil dimuat, kontrol akan diserahkan sepenuhnya kepada sistem operasi tersebut.

7. Update Firmware

BIOS juga memungkinkan pengguna untuk melakukan update firmware. Update firmware dapat diperlukan untuk memperbaiki bug, meningkatkan performa, atau mendukung perangkat keras baru. Biasanya, update firmware BIOS dilakukan melalui file yang dapat diunduh dari situs resmi produsen motherboard atau komputer.

8. Mengatur Jam dan Tanggal

Terakhir, BIOS juga bertanggung jawab untuk mengatur jam dan tanggal pada komputer. BIOS memiliki internal clock baterai CMOS yang terus berjalan meskipun komputer dimatikan. Hal ini memungkinkan komputer untuk selalu menampilkan waktu dan tanggal yang benar meskipun tidak terhubung dengan sumber waktu eksternal.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, BIOS memegang peran yang sangat penting dalam menjalankan komputer. Dari menjalankan proses POST hingga mengatur konfigurasi hardware, BIOS adalah elemen kunci yang memungkinkan komputer berfungsi dengan baik. Selain itu, BIOS juga memungkinkan pengguna untuk melakukan pengaturan, update firmware, dan mengatur jam dan tanggal. Jadi, meskipun sering diabaikan, tidak ada yang bisa menggantikan peran BIOS dalam menjalankan komputer dengan lancar.

Updated: September 12, 2023 — 9:05 am